OUR BABY ...

SEBONGKAH DAGING KEHIDUPAN

BY : KAMU

Teruntuk, putri cantik Mama yang sedang bermain dengan malaikat baik di surga sana.

Kita memang tak pernah bertemu sebelumnya, bahkan Nanda tak Mama izinkan untuk melihat indahnya dunia ini walaupun hanya sedetik. Keterbatasan Mama dan Papa yang membuat Nanda ada di sana. Jauh dari Mama dan Papa, sangat jauh sampai kami tak dapat meraih tangan Nanda yang terbuka lebar, sedang bersiap untuk memeluk.


Kami bukan tak mengharapkan kehadiran Nanda, tapi status Papalah yang menghalangi bahkan meruntuhkan semuanya. Harapan, keinginan, impian, cita-cita kita harus terpaksa dikubur dalam-dalam dan tak akan pernah digali kembali. Sayang, Mama ingin bercerita, Papa sebenarnya sudah mempunyai isteri, tapi bukan Mama. Ada wanita lain didekat Papa, mendekap Papa dengan erat dan Mama tak bisa meraihnya bahkan menatappun rasanya tak akan dibolehkan. Nanda juga mempunyai kakak yang cantik, umur kalian tak akan jauh berbeda bila Nanda lahir. Kakak akan mengajak Nanda bermain sepeda, boneka, dan mengajak Nanda berpakaian yang sama dengannya. Iya, kakak dan Nanda tak lahir dari rahim yang sama. Kakak adalah anak pertama dari isteri Papa. Jujur, Mamapun iri dengan kakak karena ia dapat tumbuh sehat sedangkan anak Mama harus merasakan kesakitan yang luar biasa. Tapi anak Mama sekarang bahagia walaupun tanpa ditemani Mama 'kan?

Sayang, Mama rindu. Mama rindu akan kehadiran Nanda di perut Mama. Mama rindu dibuat mual sampai tak mau makan karena Nanda mungkin belum dapat beradaptasi dengan makanan apapun. Andai Mama dapat mengontrol emosi dan fikiran Mama saat itu, mungkin sekarang Mama sedang merasa kegelian karena Nanda yang sedang menendang-nendang perut Mama meminta untuk segera keluar, menghirup udara dan memarahi Mama karena selama di dalam perut, Nanda diberi makanan pedas melulu. Mama akan bahagia sekali pada saat Nanda berinteraksi dengan Mama lewat tendangan, Papa juga. Papa sayang sekali pada Nanda, Mama bisa melihat dari perhatian yang Papa berikan pada Nanda lewat Mama. Papa sangat menjaga Mama, juga Nanda. Papa sangat mewanti-wanti Mama untuk tidak mengkonsumsi obat sembarangan, Papa juga meminta Mama untuk vakum dulu memakan makan pedas, padahal Papa tahu kalau Mama tak bisa lama-lama memendam kangen pada cabai. Semuanya demi Nanda baik-baik saja di rahim Mama.

Perkiraan, mungkin Nanda akan lahir di bulan Mei 2017. Akan sama dengan bulan kelahiran Mama dan Papa, kita bertiga akan menjadi Triple May dan merayakan ulang tahun bersama tiap tahunnya. Maafkan Mama yang tak bisa membuat itu terjadi. Sebagai gantinya, Mama akan meniupkan lilin untuk Nanda di hari kelahiran Nanda, 20 Oktober 2016. Saat Nanda mengeluarkan diri Nanda dari rahim Mama, Mama amat sangat kesakitan, tapi mungkin Nanda lebih merasakan sakit daripada Mama, mungkin rasa sakit yang Mama rasakan tak ada apa-apanya dibanding yang Nanda rasakan. Saat itu Mama ditemani Papa, dari malam sampai besok paginya, Papa tak bisa tidur karena khawatir dengan keadaan Mama, ia terjaga hanya untuk menemani Mama padahal besoknya harus lanjut bekerja. Nanda harus melihat reaksi Papa saat tahu Nanda keluar, ia sangat shock sampai-sampai mukanya pucat pasi dan terus melamunkan Nanda, bahkan sampai sekarangpun Papa sering merindukan Nanda.

Papa titip salam, ia meminta Mama untuk menyampaikan sayangnya lewat surat ini. Surat yang Mama buat khusus untuk Nanda. Papa orang baik, ia juga pintar, Nanda pasti bangga punya Papa hebat. Di sini, Mama dijaga oleh Papa. Perhatiannya seperti tak habis-habis untuk Mama walaupun sedang dalam keadaan marah. Tak hentinya Papa menunjukkan rasa kasihnya lewat apapun yang ia bisa, walaupun terkadang caranya menunjukkan kasih sayangnya membuat Mama jengkel. Mama merasa ada yang melindungi bila sedang bersama Papa, Papa tak akan membiarkan Mama kelelahan atau kelaparan. Nanda jangan khawatir ya.

Sayang, maaf kami tak bisa merawat Nanda sampai Nanda dewasa, menemani Nanda saat pembagian raport, menjemput di tempat les, membuatkan bekal makan siang, tamasya ke tempat-tempat lucu, mengajari Nanda matematika yang Mama sendiri tak bisa memecahkan rumusnya. Hehe. Tapi sepertinya Papa bisa membantu Nanda untuk mengerjakan PR, kita mungkin dapat belajar bersama sepulang Papa kerja, tapi Nanda harus bantu Mama mijitin Papa agar Papa mau menemeni Nanda belajar. Maklumi ya, Papa capek.

Ah, Mama ingin Nanda ada, Mama ingin Nanda hadir menemani Mama. Sampai bertemu di surga-Nya, Mama rindu.

MAAFKAN PAPA *cry*

0 comments:

Post a Comment