Yang Tak Ku Mengerti

YANG TAK KU MENGERTI

BY : AZIS LAMAYUDA

Angin mendesah penuh gairah menerpa pundaku
semerdu renungan malam saat sang bintang saling berpeluk satu sama lain
rembulan menatap penuh kekosongan dengan mata penuh kecurigaan
aku diam, terduduk dan tertunduk seakan tak ingin kulihat semua
saat dimana aku tak kenal diriku dan tak jelas arah tujuanku
Mereka terus melambaikan tangan kesunyiannya
meraba setiap seluk kehampaan hari yang berselimutkan kesakitan
gesekkan tinta yang tak henti mengukir
setiap kata terurai lembut namun penuh dengan nada kasar
penuh dengan irama kekecewaan yang menyertakan hembusan amarah
dimanapun semua terungkap akan ada ujung penyesalan

hati merasa tenang, hati merasa gundah
Garisan waktu tak jua membawaku kesana
ke sebuah tempat dimana langit tak bisa lagi menaungiku
dan bumipun sudah takkan sanggup menjadi topanganku
tanpa sadar dan akupun tak pernah sadar
sampai saatnya tarikan hati membangunkan ketidakberdayaan otak ini
sampai saatnya alunan suara nyaris tak bisa kudengar lagi

Himpitan keraguan terus menyeretku ke jurang yang gelap tanpa hawa
penuh dengan api kenistaan dimana kemunafikan terbuang dan tersingkirkan
terus melaju tanpa rasa dan terus melayang raga tanpa nyawa
nyawa tak terasa namun kehidupan itu masih tersisa dalam dada
detaknya pun semakin kencang namun perlahan semakin melambat tak berasa
dimana sampailah sang raga di ujung ketidakadilan dunia
kotor dan terasa bau kehancuran menempel dalam balutan kulit penuh dosa

kembali terbangun dan kusebut semua yang kutulis di pikiranku
masih belum kurasakan angin kesadaran kembali kedalam tubuh dan membantuku untuk menatap dunia
gemercik kehidupan seolah hilang namun tetesan itu seakan menumbuhkan semua yang hilang
benih-benih kerinduan mulai tumbuh, dan berbuah
saat semua akan kembali pada waktu yang ditentukan
disanalah sebuah pertemuan akan dimulai dan akan segera berakhir
sekejap kuterdiam ....

Sudahlah dan sadarlah ...
bangunlah dan bangkitlah ...
Berdirilah dan larilah ...
Hingga semua kau raih dan sudahilah semua dengan menurunkan kelopak mata mu sampai kau terbenam dalam kedamaian

0 comments:

Post a Comment