DARI KUISIONER KELAMIN , GOYANG KIMCIL, SAMPAI ARISAN SEKS


Masih belum selesai kabar banyaknya protes mengenai Kuisioner Ukuran Alat Kelamin yang ditujukan untuk para pelajar SMP, yang memang seharusnya tidak pantas jika pemerintah khususnya bagian pendidikan membuat kuisioner seperti ini yang memang bisa dibilang tidak pas jika ditanyakan di sekolahan. Apalagi melihat kondisi anak-anak jaman sekarang yang memang hampir sudah tidak mengenal aturan dan tata hidup yang baik.

Berikut adalah gambar untuk soal kuisioner yang diberikan kepada para pelajar dengan menanyak kondisi / bentuk dan ukuran dari alat kelamin para pelajar (red).


Dilihat dari bentuk kuisioner seperti itu bagaimana tanggapan anda terhadap pemerintah ? pantaskah ?

Memang benar pendidikan seks sejak dini itu penting dan diharuskan bagi semua anak-anak namun pastinya ada jalan dan cara yang lebih tepat. bukan memberikan pertanyaan semacam kuisioner yang hampir saya lihat beritanya ada di semua media. Namun tak lama berselang kasus ini masih hangat di telinga muncul lagi berita baru yaitu beredarnya video yang mencerminak buruknya moral anak bangsa apalagi dilihat dari video tersebut ternyata adalah anak yang masih bersekolah di sekolah menengah pertama. video yang diunggah ke youtube tersebut memperlihatkan adegan sepasang pelajar SMP yang meniru gaya-gaya di film blue. Berikut gambar dan video yang beredar di internet terkait berita Goyang Kimcil ini :



Apakah ini tingkah laku anak sekarang ? masih pantaskah dibilang pelajar ?

Baru-baru ini terdengar kabar berita yang tak kalah mengejutkan yaitu adanya ARISAN SEKS DIKALANGAN PELAJAR, dan berikut cuplikan berita yang saya dapat :

Kediri,- Heboh sebuah fenomena seks bebas dengan melibatkan anak dibawah umur berstatus pelajar bermodus arisan sek juga terjadi di Kediri, Jawa Timur.

Lebih ironis lagi, hal itu dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar, yang baru beranjak remaja.
Temuan adanya seks bebas dikalangan siswa Sekolah Dasar ini diungkapkan oleh Hj.Ike Firdasari selaku ketua Persatuan Waria Ked
iri disela sela acara refleksi akhir tahun Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Kota Kediri Jum’at (28/12) lalu.

Menurutnya seks bebas tersebut dilakukan oleh 6 pelajar sekolah Dasar di Area Lokasi Gelanggang Olah Raga Jaya Baya di Kelurahan Banjar Melati Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.
Lebih gila lagi, lanjutnya, seks bebas tersebut dilakukan secara beramai ramai bergiliran 6 orang.

”Istilahnya, bisa dikatakan Salome (Satu Lobang Rame-Rame), mereka melakukanya tidak hanya bersama Pekerja Seks Komersial, melainkan juga sama Waria. lagi pula saat berhubungan keenamnya dalam kondisi mabuk,” beber Hj. Ike.

Ike juga mengaku mengenal dan tahu identitas serta tempat tinggal, salah satu pelajar yang dimaksud.
Saat melakukan seks bebas, keenam pelajar Sekolah Dasar ini tidak dimintai uang sepeser pun uang oleh PSK dan Waria yang diajaknya melakukan hubungan badan.

Melihat kondisi seperti itu Hj. Ike merasa miris perasaanya. Maka dari itu ia meminta, petugas Satuan Polisi Pamong Praja berkordinasi dengan Aparat Kepolisian berperan aktif sesering mungkin melakukan razia disejumlah tempat hiburan dengan sasaran pelajar.

Tidak hanya itu,diharapkan juga peran serta orang tua agar lebih aktif lagi melakukan pengawasan kepada putera – puterinya. ”Jadi jangan salahkan PSK mau pun Waria yang seenaknya saja dijadikan
kambing hitam, Peran serta Orang tua juga lebih Penting. Kalau sudah begini terus Bagaimana,” ujarnya.

Terpisah Seketaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah Kota Kediri Heri Nurdianto dikonfirmasi mengenai temuan dari Perwaki,mengatakan.KPAD akan terus melakukan pendekatan, berkoordinasi dengan pihak orang tua bersangkutan serta tokoh masyarakat setempat untuk mengedepankan penyelesaian persuasif.

Sangat miris melihat keadaan seperti ini, mau diapakan masa depan penerus bangsa ini ? siapa yang harus disalahkan ?

Balik lagi ke diri kita masing-masing, kenapa semua ini bisa terjadi. mungkin ada beberapa faktor yang memang berpengaruh kenapa hal ini bisa sampai terjadi, seperti faktor keluarga, orang tua, lingkungan , sekolah , dll.

Semoga apa yang mereka lakukan tidak ditiru dan tidak terjadi lagi di kalangan remaja lain. #berharap.

Ref : Youtube, google, beritalima.com

2 comments:

Post a Comment