Mimpi itu ...
seakan nyata dan semakin nyata
walau kurasa hanya selingan dari sebagian perjalanan tidurku
namun bgitu selembaran kertas kenyamanan menghampiri
hati berkata dan mata melihat kenyataan itu semakin jelas


Angin itu ...
Terus saja membelai ku dengan penuh kelembutan
mengikat hati ini dengan deru yang tak pernah kurasa sebelumnya
dan tak bisa aku lari dari hembusan yang seakan menerpa ragaku
menjauh dari khayalan dan menghirup aroma nyata yang aku rasa

Nafas itu ...
Semakin sesak aku rasa dan membelenggu dalam jiwa
semakin menusuk tulang kesendirian yang tak pernah berhenti merangkul hidupku
dan semakin hampa ruangan itu
tanpa setetes pun oksingen kenyamanan yang membuatku bisa hidup denganmu

Denganmu ...
waktu yang memang slalu kutunggu
waktu yang memang selalu terbesit di pikiranku
kau hadirkan semua yang aku cari
kau berikan semua yang slama ini aku nanti

Hidupku ...
Terasa lebih berwarna saat bersamamu
kadang merasa hampa saat jauh dari kamu
sepi disaat malam tanpa secarik kabar dari kamu
Namun terasa aroma kenyamanan selalu ada dalam hati
bergelut dengan kehampaan dan menerangi sisi gelap ruang hidup ini

Entahlah ...
hanya itu kata yang keluar begitu saja
hanya itu kata yang terdengar dari aku atau dia
menjadi bagian dari cerita cinta ini
menjadi bagian dari perjalanan hidupku
dan selalu saja ada disaat canda dan tawa terurai dari kegembiraan saat bersamamu

Nothing ...
Buram ...

0 comments:

Post a Comment