Saat hijrah, Rasulullah berjalan bersama Abu Bakar mengambil jalan memutar dan tinggal di dalam gua selama beberapa hari untuk mengecoh kaum kafir Quraisy. Siang hari Asma binti Abu Bakar yang tengah hamil tua bersusah payah mengantarkan makanan unuk mereka berdua. Sore harinya Abdullah menggembalakna domba di sekitar gua untuk menghilangkan jejak Asma. Mereka melakukan hal itu selama beberapa hari,selama Rasulullah dan ayahnya berada di gua.



Pada suatu saat, karena lelahnya, Rasulullah tertidur di dalam gua. Dengan perasaan khawatir dan cemas, Abu Bakar berjaga untuk melindungi Rasulullah saw., kalau-kalau kafir Quraisy menemukan mereka. Kepala Rasulullah bersandar ke badan Abu Bakar. Terlihat oleh Abu Bakar seekor ular keluar dari lubang kecil di dekat Rasulullah. Segera kakinya digunakan untuk menutup lubang itu ia tutup lubang itu dengan kaki telanjang.


Tetapi, tiba-tiba terlihat dari lubang yang lain seekor kalajengking berjalan hendak keluar. Karena khawatir binatang tersebut akan menyengat Rasulullah, maka Abu Bakar segera menutup lubang itu dengan kakinya yang lain. Kedua kakinya digunakan untuk menutup dua lubang yang terdapat binatang berbisa itu. Tanpa bergerak sedikit pun agar tidak membangunkan Rasulullah yang sedang tidur.

Ular dan kalajengking menggigit kaki Abu Bakar. Rasa perih yang sangat ditahannya. Abu Bakar tetap tidak bergerak, karena ia tidak ingin Rasul yang dicintainya terbangun dari tidur. Karena tidak tahan, tanpa disadari air matanya menetes membasahi pipi.

Air mata yang jatuh itu mengenai Rasulullah, sehingga beliau terbangun. Rasulullah terkejut menyaksikan kondisi sahabatnya. Dan beliau sangat terharu ketika mengetahui bahwa Abu Bakar melakukan itu untuk melindungi dirinya. Maka, Rasulullah pun mengobati sahabatnya. Allah mengabadikan kejadian itu dalam Al-Qur’an ketika Rasulullah berkata “la tahzan inallaha ma’ana”.


Penulis: PhaMenThaR™

0 comments:

Post a Comment